We are ONE = Kita adalah SATU (2): PBB Itu Seharusnya Persatuan Bangsa Manusia

2019-06-17T17:32:49+07:00Juni 8th, 2019|Rohani|3 Comments

Pada tulisan “We are ONE=Kita adalah SATU” bagian (1), saya telah menuliskan bahwa sebenarnya leluhur manusia adalah sama, yaitu hanya DIA semata. Karenanya itulah filsuf Jiddu Krishnamurti menyatakan bahwa orang yang memisah-misahkan golongan manusia berdasarkan keyakinan, kebangsaan dan juga tradisi adalah pelaku kekerasan.

Saya sangat setuju dengan kata-kata bijak dari Jiddu Krishnamurti tersebut. Memang awal timbulnya kekerasan itu adalah karena adanya sekelompok manusia yang memisahkan diri atau kelompoknya dari manusia-manusia lainnya. Mereka yang memisahkan itu sudah terpengaruh oleh pikiran dan egonya, maka tanpa sadar mereka itu sedang melahirkan kekerasan.

Terjadinya konflik, kekerasan, dan peperangan di semesta ini, semata-mata diakibatkan oleh karena masing-masing manusia sudah memisahkan diri dengan manusia-manusia lainnya. Mereka membentuk kelompok, komunitas, negara, ormas, partai dan tradisi-tradisi yang lainnya secara kerumunan. Padahal setiap kerumunan dan sebagainya itu, mencerminkan eksklusifitas. Setiap yang eksklusif itulah yang menurut saya menjadi sebuah simbol kesombongan serta merasa yang paling segala-galanya.

Hal yang demikian itu secara sederhana dan jelas bisa disaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap kelompok serta kerumunan-kerumunan lainnya itu, selalu mengumbar ego dan hawa nafsunya masing-masing. Itulah yang mengakibatkan timbulnya kekacauan dimana-mana. Peristiwa demi peristiwa berulang secara terus menerus di dalam setiap peradaban manusia dari zaman ke zaman berikutnya.

Selama manusia yang ada di muka bumi ini saling memelihara perbedaan, maka selama itu pulalah di Semesta ini tidak mungkin ada perdamaian. Pasalnya semua manusia berlomba-lomba untuk tampil sebagai pemenang. Adanya persaingan dari satu kerumunan manusia dengan kerumunan manusia lainnya itulah maka di situ akan selalu timbul energi negatif yang mengakibatkan perseteruan yang tiada akhir. Seperti itulah yang kita saksikan dalam kehidupan saat ini.

Mungkin saya adalah salah satu manusia yang selalu berharap. Seandainya semua manusia yang ada di semesta ini semuanya menyadari, bahwa sesungguhnya mereka dihadirkan di semesta ini hanya sebagai makhluk sosial, yang mana satu dengan yang lainnya saling terkait, dan saling membutuhkan. Mereka harusnya menyadari, bahwa semua manusia di muka bumi ini tujuannya hanya SATU, yaitu berkarya untuk DIA, agar eksistensi-Nya bisa terus dikenal, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan begitu saya yakin bahwa semua kehidupan di semesta ini akan selalu damai, bahagia dan sejahtera.

Sekarang sudah saatnya bagi seluruh penduduk yang ada di muka bumi ini bersatu untuk menghilangkan semua perbedaan-perbedaan yang ada. Sudah saatnya semua bersama-sama menyatakan bahwa kita adalah SATU BANGSA yaitu BANGSA MANUSIA, SATU TANAH AIR yaitu TANAH AIR BUMI PERTIWI dan SATU BAHASA yaitu BAHASA CINTA.

Berbekal alasan itulah, maka saya mengusulkan bahwa sudah sepantasnyalah jika  PBB sebagai Persatuan Bangsa Bangsa sekarang ini saatnya diganti menjadi Persatuan Bangsa Manusia. (*)

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Fernanda AyuDr. Edward SitumorangPuji Parang Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Fernanda Ayu
Guest
Fernanda Ayu

Walaupun pak Tonny bukanlah seorang Singer; namun kenyataannya ada kesetaraannya dgn MICHAEL JACKSON sang PEMBAWA DAMAI. Misi Damai ini telah dicanangkan oleh Michael Jackson dlm lagunya “WE ARE THE WORLD”. Tidak masalah apakah anda berkulit hitam ataupun putih (BLACK OR WHITE). Mulailah dgn orang di depan kaca (MAN IN THE MIRROR). Yuk sembuhkanlah dunia (HEAL THE WORLD). Anda tidak sendiri (YOU ARE NOT ALONE). Janganlah berhenti sampai Anda merasa cukup (DON’T STOP TILL YOU GET ENOUGH). Kita adalah Dunia (WE ARE THE WORLD). Satu-satunya cara untuk mencapai kesejahteraan adalah jika kita BERSATU. Dimana apabila seorang menderita; maka kita semua turut… Read more »

Dr. Edward Situmorang
Guest
Dr. Edward Situmorang

Pak Tonny memiliki KECERDASAN INTELEKTUAL maupun KECERDASAN SPIRITUAL dlm Era GLOBALISASI seperti sekarang ini. Tulisan2 bpk bisa mengajarkan kedamaian dan kasih yang bisa menjadi dasar bagi penyelesaian semua konflik secara damai. Dengan kata lain, semua agama, di era Globalisasi, harus kembali ke akar hakikinya masing-masing, yakni pengalaman kesatuan dengan pencipta dan segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu pak Tonny layak untuk dinobatkan sebagai “Pembimbing Spritual Global”

Puji Parang
Guest
Puji Parang

Tulisan-tulisan itu Bpk selainnya menghibur dan menarik selalu menggugah para pembacanya agar bisa turut merenungkannya bersama. Oleh sebab itu alangkah baiknya apabila Bpk bisa menulis setiap hari, agar bisa dijadikan “Renungan Spiritual Harian” bagi kami. Perlu Bpk ketahui bahwa hampir semua tulisan2 Bpk; sy Fwd ke Facebook maupun ke berbagai macam WA Group lainnya. Tulisan Bpk yg berikutnya kami tunggu. Terima kasih.