Surga Yang Tak Dirindukan (3): Tubuh Manusia Adalah Surga Bagi Ruh

2019-06-06T16:19:40+07:00Mei 27th, 2019|Rohani|3 Comments

Hampir di semua tradisi agama, dalam Kitab Sucinya, Surga itu selalu digambarkan sebagai sebuah tempat yang luar biasa indahnya. Bahkan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, setiap ada kata Jannah yang kemudian diterjemahkan Surga, selalu disertai dengan kalimat, dibawahnya mengalir beraneka macam sungai.

Apa yang digambarkan dalam Kitab Suci itu, menurut saya sangat identik dengan tubuh manusia. Dimana sebesar 75% unsur tubuh manusia itu adalah air yang mengalir sebagai darah dalam ratusan ribu pembuluh darah. Jadi kesimpulan saya adalah, makna hakekatnya kata Surga itu adalah tubuh manusia itu sendiri.

Tubuh manusia adalah satu-satunya media yang bisa membuat proses evolusi Ruh lebih cepat dewasa. Maka Ruh paling mendambakan untuk bisa mengisi tubuh manusia. Alasannya, manusia diberi keutamaan oleh Allah, sebagai satu-satunya makhluk yang diberi akal pikiran dan multi pilihan peran, sesuai yang dikehendakiNya. Oleh karena itu tubuh manusia pada hakekatnya bagi Ruh, adalah Surga.

Setelah sampai ke tingkat kesadaran seperti ini, barulah saya mencoba merenung sambil mengamati tubuh saya sendiri. Ternyata selama ini memang tidak penah saya sadari, bahwa seluruh organ tubuh yang ada di tubuh saya itu bisa digunakan sebagai Multi Peran.

Perlahan-lahan saya amati, sambil bergumam dalam hati, Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, memperlihatkan KaryaNya begitu sangat sempurna tanpa satupun yang sia-sia. Sesuai dengan firmanNya di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat: 191-92 yang berbunyi: YA RABB KAMI TIADALAH ENGKAU MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA-SIA. MAHA SUCI ENGKAU, MAKA PELIHARALAH KAMI DARI SIKSA NERAKA.

Semua organ tubuh manusia satu sama lainnya saling bekerja sama dengan harmoni, untuk melayani peran Sang Jiwa (Ruh) sebagai penghuninya.

Sambil merenung dan membayangkan betapa Cinta dan penuh dengan Kasih Sayangnya Allah memberi semua kenikmatan yang Nyata dan bisa langsung saya rasakan. Sungguh saya baru menyadarinya, dengan adanya karunia sepasang kaki. Saya bertanya kepada diri sendiri, sudah berapa jauh saya menjelajahi semesta ini untuk berinteraksi dengan sesama penghuni semesta guna berbuat untuk perbaikan peradaban semesta ini?

Dengan karunia sepasang tangan, sudah seberapa banyak saya membuat karya untuk Allah? Berkarya agar tujuan DIA ingin dikenal bisa mewujud eksistensiNya? Dengan sepasang Telinga, Mata, Hidung, Mulut, Otak/Pikiran, sudahkah saya pergunakan untuk kebaikan peradaban kehidupan di semesta ini?

Subhanallah, sungguh saya kehabisan kata-kata, hanya bisa bergumam, Allahu Akbar, lalu tiba-tiba saya dengar suara bathin terdalam: “MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?” (Q.S Ar- Rahman: 13,16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69,71, 73, 75, 77); yang diulang sebanyak 31 kali.

Saya berdoa dalam hati. Semoga di sisa usia saya saat ini, bisa selalu diingatkan Nikmat Surga yang sudah Allah anugerahkan kepada saya, agar bisa saya nikmati dengan tingkat kesadaran paling tinggi (Sidratul Muntaha), agar terbebas oleh jebakan permainan dualitas semesta ini.

Mulai saat ini, judul:” Surga Yang Tidak di Rindukan”, saya ubah menjadi: “Surga adalah Realita/Nyata”. Bisa langsung disaksikan sekaligus dirasakan.

Dengan adanya pemahaman-pemahaman yang sudah saya jelaskan di atas tadi, sekaligus menjawab judul tulisan artikel ini KERAJAAN TUHAN ADA DIMANA?

Didukung oleh artikel hasil riset secara ilmiah tentang 100 fakta ilmiah tentang tubuh manusia dan penemuan titik GODSPOT di otak manusia. Link artikelnya sudah saya lampirkan di atas. Referensi ayat-ayat yang ada dalam Al Quran dan Hadits yang juga sudah saya sertakan di awal tulisan ini.

TERNYATA KERAJAAN TUHAN ADA DI DALAM TUBUH MANUSIA ITU SENDIRI.

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Pdt. Paulus WiratmoFebri Hijroh - DosenAdimas Johan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Pdt. Paulus Wiratmo
Guest
Pdt. Paulus Wiratmo

Menutur penilaian kami pak Tonny ini adalah seorang Rohaniwan Sejati. Gelar Rohaniwan bukan hanya untuk para Pendeta saja melainkan bagi siapa saja yang mempunyai nyali untuk menyatakan tentang kebenaran. Disamping itu untuk menjadi rohaniwan; seseorang harus mengkonsumsi kebenaran yang murni agar bisa mewujudkan hidup sebagai Rohaniwan. Bahkan seseorang harus berani mempertaruhkan segenap hidupnya bukan untuk hal apa pun kecuali bagi perubahan menjadi manusia Allah dimana Jihad sebagai tujuan hidupnya. Hal inilah yang kami rasakan dan dapatkan dari setiap tulisan-tulisan Bpk.

Febri Hijroh - Dosen
Guest
Febri Hijroh - Dosen

Pola pemikiran pak Tonny sangat mirip sekali dgn Gus Dur. Kata-kata Gus Dur yang populer dan menyedot banyak perhatian, salah satunya ialah “Tuhan Tidak Perlu Dibela.” Gus Dur ingin menjelaskan bahwa Tuhan tidak bisa dirumuskan dengan bahasa manusia. Ia besar, kuasa, dan tidak perlu pembelaan. Apapun yang dilakukan manusia, ciptaan-Nya, tidak akan mengubah apapun, ia tetap Tuhan. Oleh karena itu, Gus Dur menegaskan, “Tuhan tidak perlu dibela, walaupun juga tidak menolak dibela. Gus Dur menjelaskan melalui ungkapan al-Hujwiri, “Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir.

Adimas Johan
Guest
Adimas Johan

Sy seperti juga ratusan ribu para pemisra lainnya yg selalu menunggu dgn rasa tidak sabaran setiap hari tulisan2 dari Bpk. Hanya sayang sekali tulisan pak Tonny ini tidak tayang setiap hari, hanya tayang s/d hari Rabu saja. Maka dari itu kami mohon kalau bisa pak Tonny menulis setiap hari. Tulisan Bpk itu seperti permen Nano Nano yang selalu rame rasanya, karena Bpk pandai meramu antara tulisan Spiritual, Ilmiah, Pengelaman pribadi yg sudah dicampur dgn fakta2 yang benar2 Out Of The Box sehingga isinya selalu menghebohkan. Setiap artikel2 tulisan Bpk selalu saya Fwd ke berbagai macam WA Group lainnya. Hal2 inilah… Read more »