Surga Yang Tak Dirindukan (2): Nikmat Tuhan Kamu yang Manakah, Yang Kamu Dustakan?

2019-06-06T16:15:52+07:00Mei 26th, 2019|Rohani|3 Comments

Dalam sebuah Hadist Qudsy, Allah berfirman: “LANGIT DAN BUMI TIDAK AKAN SANGGUP MENAMPUNG DZATKU (ALLAH), AKAN TETAPI QOLBUNYA ORANG YANG BERIMAN ITULAH RUMAHKU (QOLBUL MUKMIN BAITULLAH)”.

Berdasar beberapa dalil dari Al-Qur’an serta fakta hasil riset secara ilmiah yang linknya sudah saya sertakan dalam tulisan sebelumnya, ditambah dengan pengalaman saya sendiri, maka bisa saya simpulkan bahwa KERAJAAN ALLAH hadir bersemayam di dalam tubuh/jasad makhluk yang ada di semesta ini. Tentunya hal ini termasuk di dalam tubuh/jasad kita masing-masing. Tuhan (Allah) sudah menciptakan tubuh manusia sebagai Alam Semesta Kecil (Mikro Kosmos) itu sangat sempurna dan sungguh bisa merepersentasikan Alam Semesta Besar (Makro Kosmos) secara detil dan lengkap.

Di dalam kesadaran saya yang sebelumnya, saya tidak pernah berpikir atau membayangkan bahwa Tuhan (Allah) sesungguhnya sudah hadir dalam diri saya sendiri sejak saya dilahirkan. Yaitu dengan cara menitipkan sepercik Kecerdasan Semesta Tanpa Batasnya melalui RUH sebagai utusanNya (Nabi/Rosul) ke dalam tubuh/jasadnya masing-masing manusia, agar manusia sebagai hamba Tuhan (Allah) bisa setiap saat kontak dengan Sang Maha PenciptaNya.

Saya mempunyai keyakinan, bahwa setiap manusia bisa dipastikan pernah mendengar bisikan hatinya, atau dengan istilah yang lebih populer lagi adalah (Suara Hati Nurani). Pada umumnya, kata-kata yang dibisikan suara Hati Nurani itu berupa sebuah KEBENARAN/KEJUJURAN.

Manusia pada umumnya sibuk dengan urusan-urusan kepentingan pribadinya untuk memenuhi hasrat Nafsu dan Egonya sendiri. Akibatnya, ia sering menyepelekan ha-hal yang sederhana, yang sifatnya rutinitas dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal itupun juga dialami oleh diri saya sendiri. Akan tetapi setelah saya sering mendapatkan bimbingan dalam diri sejati saya, sungguh saya baru tersadarkan. Ternyata justru di dalam hal yang saya anggap sepele dan sederhana itulah terkandung hakekat makna yang luar biasa dalamnya.

Dulu saya tidak pernah membayangkan, bahwa seluruh organ tubuh yang Allah ciptakan untuk semua makhluk di semesta ini, begitu sempurna. Contoh salah satunya adalah organ mata. Sebelum ini, kalau saya melihat sebuah karya seni lukisan atau patung, langsung memuji seniman yang membuatnya. Saya pikir hal itu sangat wajar bukan? Ternyata, sesungguhnya dibalik semua itu, ada kecerdasan Allah yang kita abaikan dan tidak pernah kita bayangkan. Keahlian seorang pelukis itu pun sesungguhnya sedang memerankan karya Allah lewat tangan pelukisNya.

Sering kita mengucapkan semua hasil karya yang sudah kita buat itu, semata-mata hanya karena izin Allah. Biasanya menyadari sampai tingkat itu saja sudah dianggap kita dekat sama Allah. Padahal, dibalik itu, jarang ada manusia yang sadar. Sesungguhnya untuk bisa menikmati sebuah karya seni lukis manusia itu, tidak cukup hanya karena adanya seorang pelukis yang sedang digunakan sebagai tanganNya oleh Allah untuk mewujudkan karyaNya.

Justru peran paling penting dari si penikmat karya seni itu adalah sepasang bola mata yang dititipkan Allah kepada setiap makhluk ciptaanNya di semesta ini. Begitu saya mendapatkan kesadaran sampai ke tingkat ini, kepala saya serasa diguyur air es. Seraya memuji dengan suara lirih di dalam hati, Subhanallah Maha Besar Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang hingga kehabisan kata-kata, setelah mendapatkan kesadaran. Kemudian saya mulai membayangkan, mencermati, menghayati setiap organ tubuh yang lainnya.

Ketika sampai kepada aktifitas makan, betul-betul saya resapi dan hayati sambil membayangkan, bagaimana Allah bisa mengorganisir seluruh potensi yang ada di semesta ini untuk ikut berperan serta menghidangkan makanan-makanan untuk saya nikmati, bagaimana Allah bisa menciptakan saraf di lidah semua makhluk di semesta ini untuk bisa merasakan sensasi multirasa yang saya tidak mampu lagi mengungkapkannya. Begitu selanjutnya, ketika organ tubuh saya yang lain diaktifkan, saya selalu hadirkan Allah, agar saya bisa bersyukur secara hakekat bukan hanya ucapan, akan tetapi dibarengi dengan perbuatan.

Suatu saat saya mendapatkan kesempatan pergi ke China untuk melihat salah satu KARYA Tuhan (Allah) yang memakai tangan-tangan orang China untuk mewujudkan Karya NyataNya yang Maha Besar. Sebuah bangunan tembok besar terpanjang di semesta ini, yang masih dipelihara dan dirawat dengan baik oleh Tuhan (Allah) semata-mata hanya untuk dikenal eksistensiNya saja. Sesampainya di puncak tertinggi dari Tembok Besar di satu daerah tersebut, saya bisa memandang sebuah pemandangan yang menakjubkan dan sulit saya afirmasikan ke dalam kata-kata. Saking takjub dengan keindahan pemandangan Alam semesta serta Tembok Besar yang meliuk-liuk di puncak gunung, persis gambar seekor Naga Multi Dimensi yang Maha Indah. Saya hanya termenung menyaksikan Kedigjayaan Tuhan (Allah) sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas yang memperlihatkan Keagungan sekaligus WibawaNya.

Saya baru sadar terhadap seluruh organ-organ tubuh saya. Tanpa bantuan seluruh komponen organ-organ tubuh yang Tuhan (Allah) titipkan dalam diri saya, mustahil saya bisa menikmati semua sensasi Rasa dalam kehidupan saya saat ini.

Setelah tersadarkan oleh rangkaian cerita tentang bagaimana saya sampai bisa mendapat pengalaman sensasi rasa tersebut, sejak saat itu, setiap bangun tidur sebelum melakukan aktifitas ini. Saya selalu berdoa memohon petunjuk kepada Allah dan berterima kasih kepada seluruh organ tubuh saya, yang mana selama ini saya telah abai terhadap semua sumbangsihnya, guna menjadi bagian dari diri saya dalam kehidupan di semesta selama ini.

Sungguh hasilnya sangat berbeda dengan sebelum saya sadar. Saat ini saya lebih bisa merasakan kehadiran Tuhan (Allah) di setiap aktifitas saya, sambil bicara dalam hati, bukankah ini sebuah kenikmatan Surga yang Realits/Nyata. Padahal selama ini saya hanya dijanji-janjikan menurut katanya saja, yang hasil nantinya pun masih belum jelas atau Ghaib. Bisa YA, bisa juga TIDAK bukan? MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN? Demikian firman Allah dalam Q.S Ar-Rahman yang diulang puluhan kali.

Surga sudah Allah sediakan dengan Realita/Nyata sejak saya dilahirkan ke semesta ini. Cuma selama itu juga saya tidak pernah SADAR, dan PEDULI untuk menikmatinya. Tidak terasa, air mata hangat membasahi pipi.

(Bersambung)

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Thomas WijayaMerry OngAndy Sutarman S.Kom. Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Andy Sutarman S.Kom.
Guest
Andy Sutarman S.Kom.

Apakah pak Tonny seorang pakar & Dosen Profesor Komputer, sebab apa yg pak Tonny paparkan disini sama seperti yg telah di demontrasikan oleh seorang dosen computer kpd para mahasiswanya dimana ia membawa 2 keping VCD, dengan ukuran fisiknya sama, tetapi VCD “A” penuh dengan “data-data informasi”, sedangkan VCD “B” dalam keadaan kosong. Dengan sarana timbangan elektronik yg paling sensitif, para mahasiswa diminta untuk meneliti scara fisik dan menimbang kedua VCD tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa b e r a t kedua VCD “A” dan “B” adalah presis sama. Kesimpulan yg dihasilkan y a i t u “data-data informasi” a d a… Read more »

Merry Ong
Guest
Merry Ong

Rupanya pak Tonny telah berhasil mencapai tingkat kesadaraan yang sangat tinggi, sehingga setiap saat bisa selalu mensyukuri dgn apa yang telah Bpk. terima. Maklum kita sebenarnya selalu mengikutkan hawa nafsu yang memang tidak pernah merasa puas, tetapi cepat muak. Selalu tidak pandai untuk menghayati apa yang kita perolehi, tidak bersyukur dan kadangkala tidak perasan dengan nikmat yang ada dihadapan kita. Oleh sebab inilah, maka kita berterusan hidup dalam keadaan sering tidak cukup, merungut dan tidak puas hati, kerana secara kita tidak sedari, mengikut Hukum Tarikan, kita akan sentiasa menarik frekuensi serba tidak cukup dan tidak puashati dalam hidup kita. Beda… Read more »

Thomas Wijaya
Guest
Thomas Wijaya

Dari sejak kecil saya sering diajarkan kalau kita tidak mentaati ajaran Tuhan maka kita akan masuk neraka dibakar terus tidak ada hentinya. Kalau kita masuk neraka maka kita tidak akan pernah lepas dari penyiksaan kekal. Namun setelah saya membaca tulisan Bpk saya merasa telah dibebaskah dari pemikiran ini tsb diatas. Terima kasih.