RUANG dan WAKTU (1): Sang Keberadaan dalam Ketiadaan

2019-07-28T23:20:21+07:00Juni 22nd, 2019|Artikel Pilihan, Rohani|0 Comments

Untuk lebih mengetahui tentang rahasia Alam Semesta beserta isinya, saya sering bertanya kepada diri saya sendiri, “Sebelum Alam Semesta ini ada atau diciptakan, seperti apakah keadaannya?”

Lalu saya pun mendapatkan pemahaman bahwa keadaan sebelum Alam Semesta ini ada atau diciptakan, yang ada hanya hitam gelap semata. Dan hitam itu bukanlah warna. Juga bukan kosong, karena di dalam hitam gelap itu ada Sang Keberadaan dalam Ketiadaan.

Demikian juga bunyi dari ayat-ayat firman Tuhan/Allah yang menerangkan dalam beberapa surat di berbagai kitab suci, seperti Al-Quran dan Injil. Berikut ini saya lampirkan ayat-ayat tersebut sebagai referensi:

Firman Allah dalam Al-Quran surat Fussilat ayat 9-12: (9) Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan langit dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? Demikian itulah Tuhan semesta alam.” (10) Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh diatasnya. Dan Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanannya dalam empat masa. Bagi orang-orang yang bertanya. (11) Kemudian Dia menuju langit dan langit tersebut masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datangkah kamu keduanya menurut perintah-Ku, dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab “Kami datang dengan suka hati.” (12) Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang, Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.

Kitab Injil: Penciptaan menurut Kitab Kejadian 1:1-2:4. Elohim.

Bagian pertama, Kejadian 1:1-2:4 Elohim yaitu kata generik bahasa Ibrani untuk “Allah” menciptakan langit dan bumi dalam Enam hari, mulai dari terang yang menerangi kegelapan pada hari pertama, dan berakhir pada  penciptaan manusia pada hari keenam. Allah kemudian beristirahat, memberkati dan menguduskan hari ketujuh yaitu hari Sabat.

Setelah saya pahami asal muasal sebelum adanya atau diciptakannya Alam Semesta ini, lalu pertanyaan berikutnya adalah: Untuk apa Alam Semesta ini diadakan atau diciptakan?

Menurut pemahaman saya, jawaban dari pertanyaan tadi sampai saat ini, hanya ada satu Ayat yang paling relevan dari Hadits Qudsy yang berbunyi sebagai berikut:

“AKU ingin dikenal, maka AKU ciptakan ciptaan-ciptaan, dengan ciptaan-ciptaan-Ku itulah untuk mengenali AKU”

Dan menurut pemahaman saya juga, hanya ada keterangan satu ayat dalam Al-Quran yang mewakili seluruh kejadian Alam Semesta ini dari awal hingga akhir nanti. Berikut ini Firman Allah dalam surat Al-Hadid ayat 3: DIA YANG AWAL DIA YANG AKHIR, DIA YANG NYATA DIA YANG TIDAK NYATA, DAN DIA MAHA MENGETAHUI.

Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan kenapa Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas menciptakan Alam Semesta ini? Maka saya memahaminya sebelum semuanya di mulai, tentu harus diawali dengan pembuatan skenario dari semua perencanaan karya Sang Maha Agung tersebut. Setelah skenario selesai dibuat, tahap berikutnya adalah menyiapkan ARENA/GELANGGANG yang akan dipakai untuk menampung semua karya-karya yang sudah selesai dalam perencanaan-Nya. Selanjutnya baru diciptakan RUANG untuk menampung bahan-bahan utama yang akan dipakai untuk menciptakan Alam Semesta ini. Adapun bahan-bahannya adalah terdiri dari empat unsur yaitu: Udara, Tanah, Air dan Api. Saya memahami RUANG adalah bagian dari Tuhan/Allah. (Bersambung)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of