Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur (4): Tubuh Manusia adalah Kitab Suci Tertua

2019-03-02T00:45:35+07:00Februari 4th, 2019|Internasional|1 Comment

Dari semua serial tulisan yang saya kemas dalam judul “Mengkaji Kebangkitan Raksasa Tidur” mulai dari bagian kesatu hingga ketiga, saya telah mengungkapkan bagaimana bangsa dan negara China bisa bangkit secara mengagumkan laiknya Raksasa yang Bangun dari Tidur, bagaimana di semesta ini hokum tabur tuai bekerja yang menunjukka hasilnya, dan bagaimana kenyataan

bahwa di dunia ini sebenarnya tidak ada satu makhluk pun yang benar-benar tahu kebenaran yang sejati.

Karena itu, mari kita renungkan bersama serentetan kejadian-kejadian di atas tadi. Bukankah Allah sedang memperlihatkan kepada kita bahwa hukum sebab-akibat atau tabur-tuai itu sangat jelas adanya? Mengingat semua peristiwa yang terjadi di semesta ini tidak ada yang kebetulan, semuanya by design.

Jika saya jujur pada diri sendiri, saya merasa yang namanya sejarah itu, bagi saya kebenarannya sangat relatif bahkan mungkin sedikit sekali.  Mengingat berbagai peristiwa yang kejadiannya saya tahu saja seperti peristiwa G 30 S PKI, sampai saat ini masih menjadi sebuah misteri? Mana yang benar, tidak ada satu orang pun yang tahu, kecuali, diri para pelakunya sendiri dan Tuhan/Allah saja. Padahal jelang waktu dari terjadinya peristiwa tersebut hingga sampai saat ini baru berumur 52 tahun saja.

Bisa dibayangkan bagaimana dengan cerita-cerita sejarah yang ada di kitab suci, yang umurnya sudah mencapai ribuan tahun? Siapa yang bisa menjamin kebenarannya? Semua tokoh-tokoh yang disebut dalam sejarah kitab suci itu, tidak ada satu pun yang saya kenal.

Maka kalau mau mencari kebenaran tentang rahasia semesta ini, dalam Al Quran surat 17 ayat 14 Allah berfirman, “BACALAH KITABMU, CUKUPLAH DIRIMU SENDIRI YANG SETIAP SAAT MENJADI JURU HISABMU”. Tubuh manusia adalah Kitab Suci Tertua yang ditulis oleh tangan Allah sendiri. Juga sebagai Semesta Kecil (Micro Cosmos) yang merepresentasikan Semesta Besar (Makro Cosmos). Didukung juga oleh Hadits Qudsy yang menyatakan : “BARANG SIAPA KENAL DIRINYA MAKA SUNGGUH DIA KENAL TUHANYA”, dan “BARANG SIAPA YANG MENCARI TUHAN KELUAR DARI DIRINYA, MAKA SUNGGUH AKAN TERSESAT SEMAKIN JAUH”.

Ayat-ayat di atas tadi menegaskan bahwa untuk mengetahui kebenaran tentang rahasia alam semesta ini, maka belajarlah mengenal Tuhan lewat diri sejati kita masing-masing.  Dengan bimbingan diri sejati kita jugalah kita akan menemukan kebenaran rahasia alam semesta ini.

Dari serangkaian peristiwa diatas tadi sesungguhnya intisari dari semua cerita tersebut cuma satu, yaitu ALLAH INGIN DIKENAL, Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas menginginkan kita sebagai hamba-Nya bisa mencermati dan mempelajari tentang rahasia semesta ini, agar kesadaran kita tumbuh sampai tingkat yang paling tinggi.  Sehingga kita bisa melihat jelas bagaimana Allah merancang semuanya, tidak membeda-bedakan satu sama lain.

Dan Allah buktikan bahwa Allah Maha Besar, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan Maha Bijaksana bagi semua makhluk, khususnya bagi manusia yang menghendaki, seperti saat ini Bangsa China menghendaki menjadi penguasa dunia, Allah berkenan memfasilitasinya dan memberikan kecerdasan-kecerdasan-Nya berupa  intuisi kepada orang-orang China agar bisa menciptakan karya-karyanya.  Bukan hanya kepada orang China saja, juga kepada seluruh penghuni alam semesta ini, agar semuanya terlibat membangun peradaban manusia agar semakin beradab, dan lebih maju. Sehingga bisa tercapai keadilan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh alam semesta ini.

Di akhir tulisan ini, saya ingin mengutip kata-kata dari Guru saya yang berbunyi : KITA ADALAH SATU BANGSA, YAITU BANGSA MANUSIA, KITA INI ADALAH SATU TANAH AIR, YAITU TANAH AIR BUMI, KITA INI ADALAH SATU BAHASA, YAITU BAHASA CINTA.  (*)

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Kho Tiam Hoat Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Kho Tiam Hoat
Guest
Kho Tiam Hoat

Sin Tjun Kiong Hie Thiam Hok Siu – 4716 dgn soja rangkap tangan dua sambil membungkukkan badan 45 derajat (Kok Kiong) untuk pak Tonny dgn ucapan banyak terima kasih atas Angpauw yang indah berupa tulisan mengenai Tiongkok. Satu tulisan yang sangat menggugah dan bermanfaat sekali terutama bagi kami kaum peranakan Tiong Hoa. Kami doakan agar pak Tonny selalu dalam keadaan sehat waalfiat dan dalam perlindungan Tian agar bisa tetap selalu menulis terus untuk 50 tahun mendatang ini.