Menghentikan Perjudian Keyakinan (1): Menyelami Semesta Kecil, Mengubah Pola Pikir

2019-05-21T21:21:02+07:00Mei 17th, 2019|Rohani|3 Comments

Agama yang selama ini telah diajarkan kepada saya itu menerangkan bahwa Tuhan (Allah) dan KerajaanNya itu Absolut/Ghaib. Kita sebagai penganutnya di-WAJIB-kan percaya saja. Karena kalau tidak taat/patuh sanksinya sangat berat, yaitu masuk NERAKA selama-lamanya. Sementara NERAKA itu adalah satu-satunya tempat penyiksaan yang super dahsyat penderitaannya dan kekal abadi. Namun sebaliknya, kalau kita taat/patuh, imbalan tempatnya adalah SURGA. Sebuah tempat yang penuh kenikmatan yang belum pernah saya alami dalam kehidupan di semesta ini dan hidup kekal abadi.

Pemahaman-pemahaman seperti di atas sudah lama menimbulkan konflik Kognitif dalam diri saya. Selalu menjadikan pertanyaan untuk diri sejati saya. “Apakah Surga-Neraka itu ADA? Bagaimana cara membuktikan sesuatu yang sifatnya Absolut/Ghaib? Bukankah awalnya saya juga berasal dari bagian yang Absolut/Ghaib itu sendiri? Kemudian karena Tuhan (Allah) ingin dikenal maka, diciptakanlah Alam Semesta dengan segala isinya hanya untuk mengenali DIA satu-satunya yang Maha Nyata?”

Berikut dalil ayat Hadits Qudsy yang menurut kepahaman saya paling relevan dan logis/masuk akal: “AKU ADALAH SEBUAH PERBENDAHARAAN YANG TERSEMBUNYI. AKU INGIN DIKENALI, MAKA AKU CIPTAKAN MAKHLUK UNTUK MENGENALKU.”

Dengan adanya dalil Hadits Qudsy ini, maka jelaslah tugas saya sebagai Makhluk sekaligus menjadi hambanya Tuhan (Allah) bahwa yang tadinya semua Absolut/Ghaib harus menjadi terang benderang Nyata. Sesuai dengan nama-nama Allah yang tertera di dalam Asma Ul Husna “ALLAH YANG MAHA NYATA” dan “ ALLAH YANG MAHA GHAIB. Sedangkan beribadah kepada Tuhan (Allah) itu harus pasti. Tidak boleh kira-kira, atau untung-untungan, karena ketidakpastian itu adalah sifat sebuah perjudian. Bukankah “JUDI” itu dilarang agama?

Demikian juga kalau ibadah kepada Tuhan (Allah) itu masih sepertI menyembah atau mengabdi kepada yang Absolut/Ghaib. Itu yang disebut Syirik dan satu-satunya Dosa yang tidak bisa diampuni. Syirik di sini bukan hanya menyembah berhala/patung. Justru ketika melakukan ritual sholat tapi tidak pernah khusuk dan tidak pernah mengingat Allah, maka itulah hakekatnya makna Syirik (Q.S AN-NISA:48 dan Q.S AN-NISA:116).

Berikut saya kutipkan Al-Quran surat An-Nisa ayat 142 yang berbunyi: “SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG MUNAFIK ITU MENIPU ALLAH, DAN ALLAH AKAN BALAS TIPUAN MEREKA, DAN KALAU MEREKA BERDIRI UNTUK SHOLAT MEREKA BERDIRI DENGAN MALAS, MEREKA BERMAKSUD RIYA (DENGAN SHALAT) DI HADAPAN MANUSIA, DAN TIDAKLAH MEREKA MENGINGAT ALLAH KECUALI SEDIKIT SEKALI”.

Yang mengingat Allah namun sedikit saja sudah dikategorikan Munafik, apalagi yang tidak ingat Allah sama sekali. Artinya sama dengan menyembah selain Allah yaitu Syirik. Karena kalau patung dianggap sebagai berhala, logikanya dimana? Bukankah patung sejak dibuat sampai kapanpun tidak pernah berubah. Kecuali termakan oleh waktu karena erosi. Apalagi sifatnya patung tidak pernah hidup, jadi tidak membahayakan. Mungkin kalau saya bandingkan antara patung dengan smartphone, akan jauh lebih berhala smartphone. Pasalnya smartphone itu justru hidup dan bisa dijadikan alat untuk membunuh manusia-manusia lainnya. Ia juga bisa dipakai apa saja yang berbau kriminal. Tergantung siapa yang mengendalikannya.

Sejak saat ini saya jadi semakin paham bahwa Surga-Neraka pun Nyata adanya. Dimana letaknya? Di kerajaan kecil Tuhan (Allah) yang ada dalam setiap makhluk, benda ciptaanNya, yaitu di dalam Tubuh/Jasad diri sendiri.

Dengan demikian di Kerajaan Kecil Tuhan (Allah) yang ada dalam tubuh masing-masing makhluk itu sendiri semua komponen, infrastruktur, dan lain-lain terepresentasikan. Termasuk seluruh Malaikat, Syeitan, Iblis, Jin dan sebagainya.

Seperti yang sudah saya jelaskan terdahulu, Tubuh/Manusia itu diciptakan Tuhan (Allah) sebagai Alam Semesta Kecil/Mikro Kosmos yang merepresentasikan Alam Semesta Besar/Makro kosmos dengan segenap komponen bahan yang sama persis.

Dengan adanya pemahaman-pemahaman yang barusan saya jelaskan di atas sekaligus mengubah pola pikir saya yang tadinya penuh Konflik Kognitif menjadi Koheren.

(Bersambung)

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Ir. Antoni LiemDrs. BachtiarYonki Nugroho Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Yonki Nugroho
Guest
Yonki Nugroho

Blaise Pascal adalah filsuf Prancis dari abad ke-17 juga membuka perjudian (taruhan) Bila kita disuruh pilih percaya adanya Tuhan, jika ini salah pun nothing to lose. Namun sebaliknya, bila kita salah dan Tuhan benar-benar ada, maka jelas Neraka sudah menanti kita. Pilih mana?

Drs. Bachtiar
Guest
Drs. Bachtiar

Pikiran pak Tonny itu sangat MEMBUMI sekali. Jadi tidak berada di awang-awang antara Surga dan Neraka. Bahkan Syehk Siti Jenar sendiri menggambarkan bahwa surga itu terletak pada perasaan hati yang senang atau dalam arti kata lain Surga itu berada di ATAS BUMI ini.

Ir. Antoni Liem
Guest
Ir. Antoni Liem

Pak Tonny memiliki pemikiran seperti Stephen Hawking, ilmuwan terbesar abad ini. Seorang ilmuwan jenius penerus Galilieo dan Einstein. Menurut saya kejeniusan Hawking jelas menunjukkan bahwa dia cukup lama belajar di alam mental (alam surga) sebelum kelahirannya dalam kehidupan kali ini. Beliau juga tidak percaya akan adanya Surga & Neraka seperti Bpk.