Mencari Rumah Tuhan (2): Berkunjung ke Rumah Allah Itu Sangat Dekat

2019-02-28T22:19:11+07:00Februari 17th, 2019|Rohani|2 Comments

Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari rukun islam yang ke-5 dengan syarat, kalau mampu. Mampu di sini artinya fisik sehat dan finansial cukup. Itu yang selalu ditanamkan ketika ada acara pengajian. Saking seringnya, sudah menjadi anker di benak saya. Alhamdulillah saya sudah berhasil menunaikan ibadah haji yang pertama pada tahun 1982 kalau tidak salah.

Setelah belajar dengan Guru Mursyid saya, ternyata menurut ayat-ayat dalam Al-Quran yang diwajibkan untuk berkunjung ke Baitullah Ka’bah (Rumah Allah) itu bukan hanya untuk orang Muslim saja. Yang Allah wajibkan itu untuk seluruh umat manusia. Dalam QS Ali-Imran : 97 Allah berfirman: (terjemahan dari Departemen Agama) adalah sebagai berikut: MENGERJAKAN HAJI ADALAH KEWAJIBAN MANUSIA TERHADAP ALLAH, YAITU (BAGI) ORANG YANG SANGGUP MENGADAKAN PERJALANAN KE BAITULLAH, BARANG SIAPA MENGINGKARI (KEWAJIBAN HAJI), MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KAYA (TIDAK MEMERLUKAN SESUATU) DARI SEMESTA ALAM.

Adapun terjemahan dari Guru saya adalah sebagai berikut: DI DALAMNYA TERDAPAT TANDA-TANDA YANG JELAS YAITU TINGKATAN IBRAHIM DAN BARANG SIAPA MASUK KE DALAMNYA MAKA AMANLAH, DAN ALLAH MENYURUH MANUSIA BERKUNJUNG KE RUMAH ITU BAGI YANG TAHU JALANNYA, BARANG SIAPA YANG TERTUTUP, SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KAYA BAGI SEMESTA ALAM.

Jadi, jika perintah Allah mewajibkan seluruh umat manusia yang ada di bumi ini untuk berhaji ke Baitullah Ka’bah, maka timbullah pertanyaan dari benak saya, “Yang dimaksud dengan Baitullah Ka’bah itu yang dimana? Kalau Baitullah Ka’bah yang ada di kota Mekah, itu hanya khusus untuk orang Muslim saja, bagaimana dengan yang Non Muslim?”

Ternyata keterangan ayatnya ada di dalam Al-Quran Surat Ali-Imran : 96, Allah berfirman : (terjemahan Departemen Agama) sebagai berikut: SESUNGGUHNYA MULA-MULA RUMAH YANG DIBANGUN UNTUK (TEMPAT IBADAH) MANUSIA IALAH BAITULLAH DI BAKKAH (MEKAH) YANG DIBERKAHI DAN MENJADI PETUNJUK SEMUA UMAT MANUSIA.

Adapun terjemahan dari Guru saya adalah sebagai berikut: SESUNGGUHNYA AWAL RUMAH YANG DIBANGUN UNTUK MANUSIA ADALAH TEMPAT TERSEMBUNYI YANG DIBERKAHI DAN MENJADI PETUNJUK BAGI SEMESTA ALAM.

Nah, yang menjadi masalah adalah karena hampir semua tafsir Al-Quran itu menafsirkan Bakkah sama dengan Mekah. Karenanya, timbulah kontradiktif/ketidak koherenan. Di satu pihak Allah mewajibkan seluruh umat manusia wajib berkunjung ke rumah Allah. Tapi di lain pihak kalau yang diartikan oleh beberapa penafsir Al-Quran yang dimaksud itu Mekah, ya tentu tidak bisa dikunjungi oleh orang Non Muslim. Padahal arti sebenarnya Bakkah itu adalah Tempat Tersembunyi Yang Diberkahi, bukan Mekah. Coba kita dibayangkan. Beda sedikit saja di dalam menerjemahkan sebuah kata, akibatnya bisa jadi fatal.

Perlu saya jelaskan juga, bahwa kalau yang dimaksud “Baitullah” yang di Mekah itu “Ka’bah”. “Ka’bah” itu dibangun Allah melalui perpanjangan tangan-tangan manusia dan entitas lainnya yang ada di semesta ini. Seperti yang pernah saya tuliskan dalam artikel saya yang lain, bahwa seluruh Materi yang Nyata di semesta ini, Allah ciptakan dengan melibatkan manusia dan beberapa entitas lain yang ada di semesta ini. Berbeda dengan “Imateri” seperti “Bakkah” yang sifatnya “Tidak Nyata”. Itu diciptakan oleh tangan Allah langsung, seperti juga “Ruh-Ku” yang ditiupkan ke jasad manusia.

Setelah kita tahu arti sesungguhnya, barulah ayat-ayat yang sebelumnya terasa aneh menjadi nyambung/koheren. Hal ini seperti yang pernah saya tuliskan di dalam buku saya yang berjudul AKU BERSAKSI ALLAH MAHA NYATA, dengan referensi beberapa ayat yang ada di dalam Al-Quran dan Hadits seperti di bawah ini.

Alquran:  Bila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat (Al Baqarah 2:36), Lebih dekat Aku daripada urat lehermu (Al Qaf 50:16), Kami akan perlihatkan pada mereka tanda-tanda (ayat-ayat) kami di segenap penjuru dan pada diri mereka (Fushshiilat 41: 53), Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54), Dia Allah bersamamu di mana pun kamu berada (Al Hadid 57:4), Kami telah mengutus seorang utusan dalam Nafs (diri) mu (At Taubah 9:128), Iya di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan (Adz Dzaariyaat 51:21), Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24), Aku ciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4).

Hadist Qudsi dan hadist Rasulullah: Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu (Barang siapa mengenal nafs (diri) maka Dia mengenal Tuhannya). Wa man arofa robbahu faqod jahilan nafsahu (Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh), Man tolabal maulana biqoeri nafsi faqoddola dolalan baida (Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh). Iqro kitab baqo kafa binafsika al yaoma alaika hasbi (Bacalah kitab yang kekal yang ada di dalam diri kalian sendiri). Allahu bathinul insan al insanu dhohirullah (Allah itu bathinnya (ghoib) manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah. Al insanu siri wa ana siruhu (Rahasia kalian adalah rahasiaKu), Laa yarifaallahu Ghoirullah (Yang mengenal Allah hanya Allah). Aroftu robbi bi robbi (Aku mengenal Tuhan dengan Tuhan), Maa arofnaka haqqo ma’rifataka (Aku tidak mengenal Engkau kecuali sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.

Jadi berdasarkan keterangan dari ayat-ayat Al-Quran dan Hadits di atas, jelas sekali bahwa rumah Allah (Baitullah-Ka’bah) yang sesungguhnya itu ada di dalam Qolbunya setiap manusia. Keterangan ini juga diperkuat oleh penemuan seorang ahli Neuro Sains dari Amerika, yang menyatakan bahwa di tubuh setiap manusia itu telah ditemukan Titik Tuhan (Godspot) yang terletak di bagian kepala. Berikut linknya saya sampaikan disini: http://info-wahib.blogspot.com/2014/12/god-spot–saraf-yang-mendorong-manusia-menemukan-tuhannya.html.

Dengan demikian jelas sudah kenapa Allah mewajibkan bagi setiap manusia untuk berkunjung ke rumah Allah (Baitullah Ka’bah), karena rumah Allah itu letaknya sangat dekat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk tidak bisa berkunjung ke rumah-Nya, tentunya bagi yang tahu jalannya. Lalu pertanyaannya bagaimana bagi yang tidak tahu? Jawabannya tinggal punya niat dan keinginan saja.

Karena Allah telah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 5: BARANG SIAPA YANG MENGHARAP PERTEMUAN DENGAN ALLAH, MAKA SESUNGGUHNYA WAKTU (YANG DIJANJIKAN) ALLAH PASTI DATANG. DAN DIA YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI. (Bersambung)

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
KurniawanDr. Soenaryo Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Dr. Soenaryo
Guest
Dr. Soenaryo

Tulisan pak Tonny semakin manteb dan juga semakin menarik, karena adanya perpaduan Spiritual & Sains. Dan apa yg Bpk uraikan itu kenyataannya memang benar; sebab hal ini juga sdh di bahas majalah Time edisi bulan Oktober 2004. “Apakah Tuhan Ada dalam Gen Kita?” yang membahas pertanyaan ini dengan menunjukkan kaitan antara Tuhan dan kerohanian melalui kode genetika manusia. Salut

Kurniawan
Guest
Kurniawan

The Most Wanted Person In The World yg dicari setiap saat adalah Tuhan. Berapa miliar umat manusia setiap hari mencari Tuhan. Mereka mencari / berburu Tuhan ke seluruh pelosok ujung dunia. Tapi sebagian besar mereka mencari Tuhan hanya demi kepentingan sang Ego agar kebutuhannya bisa terpenuhi. Pak Tonny sudah mencapai tingkat dimana tidak perlu lagi berburu Tuhan lagi, karena Mata Batin Bpk telah terbuka dan Tuhan itu sebenarnya ada di dlm Qolbu setiap Insan seperti yg Bpk tulis.