Membangunkan Kesadaran dari Kubur (1): Memahami Hakekat Makna Atas Izin Allah

2019-06-15T22:41:14+07:00Juni 1st, 2019|Rohani|2 Comments

Hampir mayoritas manusia yang ada di semesta ini percaya Tuhan (Allah) itu ada. Semua aktifitas kita di semesta ini semuanya “Atas Izin Allah”. Namun seberapa banyak manusia yang betul-betul paham hakekat makna dari “Atas Izin Allah tersebut”?

Sebelum saya belajar ilmu spiritual, saya belajar agama. Ternyata memang ada perbedaan yang sangat fundamental antara spiritual dan agama tersebut. Berikut ini saya sertakan komparasi antara keduanya:

Dr. Teilhard de Chardin dari ordo Jesuit. Lahir di Orcines, pada tanggal 1 Mei 1881 dan meninggal di New York pada tanggal 10 April 1955. Dia adalah teolog, filsuf dan ahli paleontologi Prancis yang membangun visi terpadu sains dan mistisisme dengan pemikirannya; dari evolusi semangat dan pemikiran.

  • Agama bukan hanya satu, ada ratusan. Spiritualitas adalah satu.
  • Agama adalah untuk mereka yang tidur. Spiritualitas adalah untuk mereka yang sudah bangun.
  • Agama adalah untuk mereka yang membutuhkan seseorang untuk memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dan ingin dibimbing. Spiritualitas adalah untuk mereka yang memperhatikan suara hati mereka.
  • Agama memiliki seperangkat aturan dogmatik. Spiritualitas mengundang kita untuk memikirkan segala sesuatu, mempertanyakan semuanya.
  • Agama mengancam dan menakut-nakuti. Spiritualitas memberi kedamaian batin.
  • Agama berbicara tentang dosa dan kesalahan. Spiritualitas mengatakan, “belajar dari kesalahan”.
  • Agama menekan segala sesuatu dan dalam beberapa kasus itu salah. Spiritualitas melampaui segala hal, membawa Anda lebih dekat dengan kebenaran Anda!
  • Agama berbicara tentang tuhan; Itu bukan Tuhan. Spiritualitas adalah segalanya dan, karenanya, itu ada di dalam Tuhan.
  • Agama menciptakan. Spiritualitas menemukan.
  • Agama tidak mentolerir pertanyaan apapun. Spiritualitas mempertanyakan segala hal.
  • Agama adalah manusia, ini adalah organisasi dengan peraturan laki-laki. Spiritualitas adalah Tuhan, tanpa aturan manusia.
  • Agama adalah penyebab perpecahan. Spiritualitas bersatu.
  • Agama mencarimu untuk percaya. Spiritualitas Anda harus mencarinya untuk percaya.
  • Agama mengikuti ajaran dari kitab suci. Spiritualitas mencari yang suci di semua buku.
  • Agama memberi makan ketakutan. Spiritualitas memanfaatkan kepercayaan dan iman.
  • Agama hidup dalam pikiran. Spiritualitas hidup dalam Kesadaran.
  • Agama berhubungan dengan melakukan. Spiritualitas berhubungan dengan Diri.
  • Agama memberi makan ego. Spiritualitas mendorong untuk melampaui.
  • Agama membuat kita meninggalkan dunia untuk mengikuti tuhan. Spiritualitas membuat kita hidup di dalam Tuhan, tanpa meninggalkan kita.
  • Agama adalah sekte. Spiritualitas adalah meditasi.
  • Agama mengisi kita dengan mimpi kemuliaan di surga. Spiritualitas membuat kita hidup dalam kemuliaan dan surga di sini dan saat ini.
  • Agama hidup di masa lalu dan di masa depan. Spiritualitas hidup di masa sekarang.
  • Agama menciptakan cloisters dalam ingatan kita. Spiritualitas membebaskan Kesadaran kita.
  • Agama membuat kita percaya akan kehidupan kekal. Spiritualitas membuat kita sadar akan Kehidupan Kekal.
  • Agama menjanjikan kehidupan setelah kematian. Spiritualitas adalah menemukan Tuhan di dalam batin kita selama hidup dan mati.

 

-Kami bukan manusia yang mengalami pengalaman spiritual. Kami adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman manusia.

https://en.wikipedia.org/wiki/

Berdasarkan pemikiran Dr. Teihard de Chardin, maka agama adalah untuk mereka yang tidur. Adapun Spiritual adalah untuk mereka yang sudah bangun.

Saya jadi teringat pada cerita sebuah Hadits Rasullulah yang menjelaskan, bahwa jenazah setiap manusia yang baru selesai dikubur, setelah ditinggalkan para pelayatnya beberapa langkah, maka jenazah itu “dibangunkan” oleh Malaikat Munkar-Nakir sambil ditanya “Man Robbuka=Siapa Tuhanmu?” Dan selama ini saya diberi pemahaman hanya orang-orang “IMAN” yang bisa menjawab pertanyaan tadi.  (Bersambung)

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Lukman SimanjuntakIr. Nurhadi Suryo Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Lukman Simanjuntak
Guest
Lukman Simanjuntak

Tulisan ini benar-benar sangat menyejukan dan juga bisa meredupkan kebencian antar kaum agamais. Karena agama inilah kita jadi semakin terbelenggu dan terkotak-kotak. Melalui tulisan pak Tonny ini kita bisa melepaskan belenggu pemikiran dimana se-akan2 “Tuhan-mu adalah Hatu-ku” Pak Tonny mirip seperti Nelson Mandela yang telah menerima hadiah Perdamaian Nobel; karena Mandela telah mampu mendobrak dinding dan pemisah antar sesama bangsa sendiri.

Ir. Nurhadi Suryo
Guest
Ir. Nurhadi Suryo

Rupanya pak Tonny sdh mencapai ketingkatan yg jauh lebih tinggi daripada hanya seorang Mualaf. Bpk telah meningkat menjadi seorang Spiritualis. Hal ini terpancarkan dari tulisan2 Bpk. Seperti yg Bpk tulis Spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) sedangkan religi adalah kepercayaan kepada Tuhan. Oleh sebab itu Spiritual lebih berfokus JIWA/ROHANI seseorang. Sedangkan religi fokusnya lebih ke KEPERCAYAAN/AGAMA. Dgn kata lain, orang yang spiritual adalah orang yang BAIK, sedangkan orang yang religius adalah orang yang TAAT dengan Agamanya saja. Maka dari itu sy sependapat dgn Bpk. agar kita jgn hanya bersifat Agamais saja namun pemahaman Spiritualnya nol besar. Lebih baik… Read more »